Oleh:
Nama : Widia Ainunnisa (161101096)
Dosen pebimbing : Fahrudin Kurdi,S.Kep,Ns,M,Kep
Istilah
HIV-AIDS
Satu singkatan yang
akan sering muncul adalah Odha. Odha adalah orang yang hidup dengan HIV.
Maksudnya dengan ‘hidup dengan HIV’ adalah bahwa kita terinfeksi virus
tersebut, tetapi tidak pasti kita sakit, dan sekarang ada harapan yang nyata
bahwa kita tidak akan meninggal karena infeksi HIV.
HIV
dan AIDS ternyata Tidak Sama, berikut ulasannya :
HIV adalah singkatan
dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan
tubuh manusia.
AIDS singkatan dari
Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang
sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem
kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul.
Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi, beberapa penyakit bisa menjadi
lebih berat daripada biasanya.
Sistem
Kekebalan Tubuh dan Antibodi
Sistem kekebalan tubuh
kita bertugas untuk melindungi kita dari penyakit apa pun yang setiap hari
menyerang kita. Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh
ketika benda asing ditemukan di tubuh manusia.
Sistem kekebalan tubuh
kita membuat antibodi yang berbedabeda sesuai dengan kuman yang dilawannya. Ada
antibodi khusus untuk semua penyakit, termasuk HIV. Antibodi khusus HIV inilah
yang terdeteksi keberadaannya ketika hasil tes HIV kita dinyatakan positif.
Bagaimana
Virus Ini Bekerja?
Di dalam tubuh kita
terdapat sel darah putih yang disebut sel CD4. Fungsinya seperti sakelar yang
menghidupkan dan memadamkan kegiatan sistem kekebalan tubuh, tergantung ada
tidaknya kuman yang harus dilawan.
HIV yang masuk ke tubuh
menularkan sel ini, ‘membajak’ sel tersebut, dan kemudian menjadikannya
‘pabrik’ yang membuat miliaran tiruan virus. Ketika proses tersebut selesai,
tiruan HIV itu meninggalkan sel dan masuk ke sel CD4 yang lain. Sel yang
ditinggalkan menjadi rusak atau mati. Jika sel-sel ini hancur, maka sistem
kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk melindungi tubuh kita dari serangan
penyakit. Keadaan ini membuat kita mudah terserang berbagai penyakit.
Masa
Tanpa Gejala
Karena tidak ada gejala
penyakit pada tahun-tahun awal terinfeksi HIV, sebagian besar Odha tidak tahu
ada virus itu di dalam tubuhnya. Hanya dengan tes darah dapat kita mengetahui
dirinya terinfeksi HIV.Menjalani cara hidup yang baik dan seimbang sangat
bermanfaat bagi kesehatan dan dapat memperpanjang masa tanpa gejala.
Kesehatan
Sistem Kekebalan: Jumlah CD4
Jumlah sel CD4 dapat
diukur melalui tes darah khusus. Jumlah normal pada orang sehat berkisar antara
500 sampai 1.500. Setelah kita terinfeksi HIV, jumlah ini biasanya turun terus.
Jadi jumlah ini mencerminkan kesehatan sistem kekebalan tubuh kita: semakin
rendah, semakin rusak sistem kekebalan.
Jika jumlah CD4 turun
di bawah 200, ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita cukup rusak
sehingga infeksi oportunistik dapat menyerang tubuh kita. Ini berarti kita
sudah sampai masa AIDS. Kita dapat menahan sistem kekebalan tubuh kita tetap
sehat dengan memakai obat antiretroviral (ARV).
Hidup
Bersama Orang Terinfeksi HIV
Ø Bagaimana
HIV Menular
HIV
terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu: darah, air mani, cairan vagina,air
susu ibu (ASI)
Ø HIV
menular melalui: Berhubungan seks yang memungkinkan darah, air mani, atau
cairan vagina dari orang terinfeksi HIV masuk ke aliran darah orang yang belum
terinfeksi, Memakai jarum suntik secara bergantian dengan orang lain yang
terinfeksi HIV,Menerima transfusi darah dari donor yang terinfeksi HIV, Dari
ibu terinfeksi HIV ke bayi dalam kandungan, Waktu melahirkan.
Ø Tidak
Semudah Itu Menular
HIV
tidak menular melalui: bersalaman, berpelukan, berciuman, batuk, bersin,
memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC,
kamar tidur, dll., gigitan nyamuk , bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama,
memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
Ø Manfaat
Seks Aman
a. Melindungi
diri kita dari infeksi menular seksual misalnya gonore (GO) atau sifilis, yang
akan mempengaruhi kesehatan kita
b. Melindungi
pasangan seks kita dari HIV
c. Jika
pasangan kita juga terinfeksi HIV, seks aman dapat menghindari kita terinfeksi
ulang dengan tipe atau jenis HIV yang lain
Macam
terapi digunakan untuk HIV-AIDS, yaitu :
1.
Terapi Antiretroviral
Dulu
kita sering dengar AIDS disebut sebagai ‘penyakit yang tidak ada obat.’ Ini
istilah yang salah! Sebagian besar infeksi oportunistik dapat diobati, bahkan
dicegah, dengan obat yang tidak terlalu mahal dan tersedia luas. Dan sekarang
ada obat yang lebih canggih, yang dapat memperlambat kegiatan HIV menulari sel
yang masih sehat. Obat ini disebut sebagai obat antiretroviral atau ARV. Untuk
mengobati HIV, tidak boleh memakai satu jenis obat ini sendiri; agar terapi ini
dapat efektif untuk jangka waktu yang lama, kita harus memakai kombinasi tiga
macam obat ARV yang berbeda. Terapi ini disebut sebagai terapi antiretroviral
atau ART.
ART
hanya berhasil jika dipakai secara patuh, sesuai dengan jadwal, biasanya dua
kali sehari, setiap hari. Kalau dosis terlupa, keefektifan terapi akan cepat
hilang. Beberapa orang mengalami efek samping ketika memakai ART, terutama pada
minggu-minggu pertama penggunaannya. Penting sekali pengguna ART diawasi oleh
dokter yang berpengalaman dengan terapi ini.
2.
Terapi Penunjang
Terapi
penunjang atau sering disebut terapi tradisional adalah terapi tanpa
obat-obatan kimiawi. Tujuan terapi ini adalah untuk meningkatkan mutu hidup,
dan menjaga diri agar tetap sehat. Terapi ini juga dapat melengkapi terapi
antiretroviral, terutama untuk menghindari efek samping. Dapat juga menjadi
pilihan jika kita tidak ingin atau tidak dapat memperoleh ART. Yang termasuk
terapi penunjang antara lain adalah penggunaan ramuan tradisional,
tumbuh-tumbuhan, jamu-jamuan, pengaturan gizi pada makanan, dan penggunaan
vitamin serta suplemen zat mineral. Juga termasuk dalam terapi ini adalah yoga,
akupunktur, pijat, refleksi, olahraga, dan musik. Terapi secara psikologis,
spiritual atau agama, dan emosional juga dapat membantu. Termasuk di sini
antara lain konseling, dukungan sebaya, dan meditasi.
Dukungan
atau terapi non medis yang dapat membantu ODHA dalam menghadapi masalahnya :
1.
Dukungan Sebaya
Dukungan
sebaya adalah dukungan yang didapat dari atau diberikan oleh orang yang pernah
atau juga sedang mengalami hal yang sama dengan kita. Berada bersama dengan
mereka (disebut “kelompok dukungan sebaya” atau KDS), kita akan merasakan
suasana yang terjaga kerahasiaannya dan tidak menghakimi. Kita dapat
berbincangbincang tanpa harus menyembunyikan status HIV kita, berbagi perasaan,
pikiran, dan pengalaman, serta bertukar informasi yang ada hubungan dengan
HIV/AIDS.
KDS
juga dapat menjadi wadah bagi kita yang ingin terlibat dalam kegiatan seperti
mengupayakan untuk kepentingan Odha, dan ambil bagian dalam acara, baik sebagai
pembicara maupun peserta.
2.
Spiritia
Spiritia
didirikan sebagai organisasi dukungan sebaya untuk semua orang yang hidup
dengan HIV/AIDS dan yang terpengaruh HIV/AIDS (misalnya keluarga, pasangan atau
pendamping Odha yang lain), tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama,
kepercayaan, latar belakang pendidikan dan ekonomi, serta orientasi seksual.
Saat ini, Spiritia lebih bekerja sama dengan KDS di seluruh Indonesia. Spiritia
didirikan berdasarkan asas pemberdayaan orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
Tujuan adalah agar kita dapat benarbenar terlibat dalam kehidupan kita sendiri,
kesehatan kita sendiri, dan upaya penanggulangan HIV/AIDS secara lebih luas.
Dengan pemberdayaan ini, hidup kita menjadi lebih berarti.
Daftar Pustaka
Murni,Suzana,dkk.2016.Hidup dengan
HIV-AIDS.Yogyakarta: Yayasan Surviva Paski